Ini adalah kisah nyata
seorang pria asal Indonesia, lebih tepatnya dari Banjarmasin. Saat itu
dia sedang berjuang berdesak-desakan dengan jamaah haji yang lain untuk
mencium Hajar Aswad.
Sampailah persis
tatkala dirinya berhadapan dengan batu surga itu, tiba-tiba badannya
lemas, terkulai, hilang kesadaran dan tergeletak di tempat. Pria itu
sudah dibatas kemampuan fisiknya.
ilustrasi jamaah haji Indonesia Pingsan: https://www.youtube.com/watch?v=fs0zVEWwKbc
Tubuhnya
pun digotong oleh petugas keamanan (asykar) setempat dan diletakkan di
area Hijir Ismail yang persis di depan Ka'bah. Petugas keamanan menunggu
si pria tersebut siuman. Namun setelah ditunggu beberapa puluh menit
belum kunjung sadar. Sehingga asykar berinisiatif ingin membangunkannya
dengan diguyur air.
Hampir saja
seember air itu ditumpahkan, syukurlah si pria sudah sadarkan diri tanpa
distimulasi lebih. Dia terbangung dengan perasaan cemas dan seperti
baru saja melihat suatu pemandangan yang nyelekit di sanubari.

Pria
itu kemudian bercerita bahwa selama dia pingsan, dia diperlihatkan
rekaman-rekaman hidupnya di masa lampau dan bertemu dengan seorang
sahabat dari Banjarmasin. Sahabatnya itu hendak menembaknya, sebelum
peluru bersarang di badannya, pria itu sadarkan diri dan selamat dari
guyuran air seember.
Dari pengalaman
itu si pria mengaku serasa mendapat 'tamparan' - teguran dari Tuhan agar
lebih berhati-hati dan bertakwa dalam menjalani kehidupan di dunia yang
sebentar ini.
Semoga kisah di
atas bisa jadi peringatan juga bagi kita semua. Bahwasanya memang segala
perbuatan buruk maupun baik pasti tercatat rapi, kelak akan dimintai
keterangan dan pertanggungjawaban serta ganjaran.
Sumber referensi kisah: Gomuslim.co.id
News.detik.com (08 September 2016)
